REFLEKSI MARKETING POLITIK DALAM POLITIK LOKAL DI INDONESIA

images  Halo readers… apa kabar? bagaimana UASnya? Semoga mendapatkan nilai yang bagus- bagus ya. Oh iya kali ini saya ingin mempost sesuatu yang berat namun dengan bahasa ringan hihi…
Berhubung hari ini pemira dilaksanakan di Untirta sepertinya tidak ada salahnya untuk menulis sedikit tentang politik dan saudara- saudaranya.. tapi kali ini saya tidak membahas tentang politik kampus yaaa 😀 tapi lebih luas lagi yaitu politik di tingkat lokal yaitu pilkada Kota Serang yang sedang hangatnya kaya tahu bulat. Pemilu kali ini tidak jauh berbeda dengan pemilu- pemilu tahun sebelumnya yang sama- sama memakai jasa marketing politik untuk mempermudah mereka mendapat suara pemilih. Marketing politik atau pemasaran politik merupakan pemasaran suatu produk di bidang politik, produknya berupa aktor- aktor politik yang biasanya di pasarkan kepada masyarakat untuk di fokuskan pada momen- momen tertentu seperti pemilu ataupun pilkada
Tapi seberapa penting peran marketing politik dalam proses pilkada? Menurut Philip Kotler dan Neil Kotler (2008) untuk dapat sukses, seorang kandidat perlu memahami pasar, yakni para pemilih, kebutuhan dasar mereka dan aspirasi serta konstituensi yang ingin kandidat representasikan. Manfaat dari marketing politik ialah selain untuk berusaha memahami apa yang menjadi kebutuhan bagi masyaraktnya dan juga untuk mendorong terjadinya demokrasi sebagai pasar yang sempurna.
Oleh karena itu penting bagi aktor politik untuk memahami kondisi sosial masyarakat yang akan memilihnya agar menjadi konsep kebijakan dari calon kandidat. Berbekal dari isu dan kondisi sosial masyarakat, Visi Misi menjadi fokus utama dalam setiap pemilihan calon karena biasanya visi misi memuat tentang isu- isu lokal seperti akuntabilitas, tata kota, pendidikan, kesehatan, kesejahteraan dan lainnya agar menarik perhatian. Maka dari itu seorang konsultan marketing politik dan tim sukses berperan besar dalam menang atau kalahnya calon kandidat yang di usung. Seperti yang terjadi untuk Pilkada di Kota Serang. Banyak baliho terpampang, mulai dari pintu masuk kota serang di gerbang tol Serang Timur telihat jelas salah satu kandidat calon Walikota Serang, dengan taglinenya “menuju Serang cantik”, lalu jika kita mengambil jalan protokol Kota Serang mulai terlihat beberapa foto calon Walikota yang menggunakan background biru dengan segitiga dan juga lelaki paruh baya menggunakan kacamata dengan kemeja putih. Menurut penulis, marketing politik yang digunakan oleh ketiga calon kandidat bisa dibilang berhasil, karena dengan cara ini masyarakat cukup mengetahui siapa saja yang menjadi calon untuk membangun kotanya dan akhirnya calon kandidat tersebut populer di mata masyarakat kota serang ataupun masyarakat yang menetap di kota serang dan masuk ke setiap segmen baik pemilih pemula, pemilih muda, ataupun pemilih dewasa dari bebagai golongan.
Walaupun hanya dengan media cetak (baliho, spanduk, pamflet, iklan di koran) dan tidak menggunakan dunia digital seperti media sosial ataupun iklan- iklan di media berita online sudah cukup untuk membangun citra mereka, sebagai strategi untuk menjual calon kandidat kepada masyarakat. Namun sebagai bahan pertimbangan untuk marketing politik beberapa tahun kedepan sepertinya lebih baik menggunakan dunia digital dan memanfaatkanya, mengingat akan semakin berkembangnya kemajuan teknologi di masa mendatang.

Bahan bacaan :
Kotler, Philip and Gary Armstrong. 2008. Prinsip-prinsip Pemasaran. Edisi. 12. Jilid 1. Jakarta: Erlangga.

Advertisements

Ini dari saya, tentang saya

IMG_20160428_150651

Arum nama panggilannya, Harum Mukrimah nama panjangnya anak terakhir dari enam bersaudara. Tinggal dengan orangtua yang selalu sabar dan sangat sayang terhadap anaknya membuat Arum kecil pun tubuh dengan baik hingga akhirnya bisa  berstatus “mahasiswa” saat ini. hidup, tumbuh dan berkembang hingga kuliah di Provinsi Banten membuat ia makin mencintai lingkungannya, Universitas Sultan Ageng Tirtayasa jurusan Ilmu Pemerintahan tempat ia menimba ilmu. angkatan pertama dijurusannya, sekarang jadi “kakak” yang sedang menuju tanggung jawab terakhir jika ingin lulus (re: skripsweeD).

Dengan umur yang masih belia mempunyai kulit yang “berwarna” namun tidak “berlebih” memiliki hobi layaknya perempuan pada umumnya yang sangat menyukai pisau dapur dan wajan (re: masak) .Punya cita- cita di bidang kuliner bikin Arum pengen punya warung makan sendiri. Awal mula suka masak itu karena penasaran sama menu- menu yang suka ada di TV terus sering masakin orang – orang rumah,  akhirnya jadi hobi dan kebiasaannya sehari- hari yang gak pernah ditinggalin walaupun kadang cuman sempet bikin telor goreng dan masak nasi. isitilahnya kalo gak masak sehari itu jadi bingung mau apa terus moodnya turun naek gak nentu.

tapi emang bener kata orang “hobi bisa jadi kerjaan” kerjaan yang disukai jadi ngga kerasa capenya ya emang karena hobinya di tekuni mulai dari iseng- iseng masak terus iseng- iseng jualan gorengan dikelas, banyak yang beli akhirnya ikutan beberapa bazar  alhamdulillah laku dan selalu abis. Bersyukur bisa bikin orang bahagia sama masakan sendiri bikin kenyang orang sama usaha dapur sendiri, mungkin nanti bakal bikin warung makan dan jadi juragan kos- kosan satu paket yang menguntungkan kan? hahah….

jadi……… buat kalian yang merasa “kecebur” atau ngerasa “salah pilih jurusan” kalian jangan terlalu lama meratapi nasib ya !!!! mulai menyemangati diri masing- masing melakukan hal positif yang kalian sukai karena kita gak tau, mungkin hal yang kita kira salah, ternyata kedepannya bermanfaat buat kita dan juga orang- orang sekitar. Selamat Mencoba dan mencari yang kalian senangi !!!!

ohiya, blog ini juga nantinya buat sharing- sharing di bidang kuliner, mulai dari resep- resep sederhana buat anak kosan, sampe resep makanan yang ribet buat orang nikahan heheh. di blog ini juga bakal review makanan- makanan yang ada di Banten dan Sekitarnya yaaaa… jadi jangan lupa Subscribe blog ini 😀 . Hatur Nuhun Sadayana….

Ps: Kritik dan saran yang membangun juga diperlukan demi keberlangsungan penulis yaaaa 😀

.